Selasa, 31 Januari 2012

MANDI JINABAH

MANDI MERUPAKAN SATU HAL YANG BIASA DILAKUKAN, TAPI MANDI JINABAH BUTUH ADA TATA CARANYA SENDIRI DAN HARUS MEMILIKI NIAT 

Mandi wajib adalah membasuh seluruh anggota mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, menggunakan air muthlaq (air suci mensucikan) sambil berniat menghilangkan hadats besar.

Niat Mandi Jinabah
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah ta’ala


Niat Mandi Haidl
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah ta’ala

Niat Mandi Nifas
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ النِّفَاسِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah SWT

Niat Mandi Wiladah 
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْوِلَادَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk menghilangkan hadast wiladah, fardlu karena Allah ta’ala


Niat Mandi Shalat Jum’at
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِصَلَاةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk shalat Jum’at, sunnah karena Allah ta’ala

Niat Mandi Shalat ‘Iedul Fitri
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk shalat ‘iedul fithri, sunnah karena Allah ta’ala

Niat Mandi Shalat ‘Iedul Adha
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الَاضْحَى سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Aku niat mandi untuk shalat ‘iedul adha, sunnah karena Allah ta’ala
Keterangan.
 Niat adalah menghendaki suatu pekerjaan (seperti shalat, wudlu) disertai dengan pekerjaan itu sendiri.
 Masalah niat tidak harus menggunakan bahasa Arab, boleh dengan bahasa apa saja, seperti bahasa Indonesia, Jawa, Sunda dan lain sebagainya.
TAYAMMUM

Tayammum adalah mengusap muka/wajah dan dua tangan sampai siku dengan menggunakan debu atau tanah yang suci.

Syarat Tayammum
Seseorang diperbolehkan tayammum apabila:
1. Berhalangan menggunakan air karena:
 Tidak menemukan air.
 Ada dampak negatif ketika menggunakan air, seperti bertambah parah penyakitnya.
 Air dibutuhkan untuk kebutuhan lain yang mendesak semisal untuk hewan yang butuh minum.
2. Dilakukan setelah masuk waktu shalat.
3. Telah berusaha mencari air ketika masuk waktu shalat, kecuali bagi yang tayammum karena sakit, maka baginya boleh tayammum walau ada air.
4. Menggunakan debu kering yang suci dan mensucikan.

Niat Tayammum
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لاِسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjakan shalat, fardlu karena Allah ta’ala

Do’a Setelah Tayammum
أَشْهَدُ أَنْ لآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، سُبْحَانَكَ اللهم وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لآإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.
Catatan.
 Do’a-do’a dalam tayammum sama dengan do’a-do’a yang terdapat dalam wudlu.

SHOLAT JAMA' QOSHOR

SHALAT QOSHOR DAN JAMA’

Devinisi Qoshor
Qoshor adalah meringkas raka’at shalat fardu selain Shubuh dan Maghrib yakni Dhuhur, Ashar dan ‘Isya’, menjadi dua raka’at.
SHALAT QOSHOR DAN JAMA’

Devinisi Qoshor
Qoshor adalah meringkas raka’at shalat fardu selain Shubuh dan Maghrib yakni Dhuhur, Ashar dan ‘Isya’, menjadi dua raka’at.

Syarat Shalat Qoshor
Shalat fardlu boleh diqoshor jika memenuhi 9 syarat:
1. Jarak yang ditempuh mencapai dua marhalah/ 16 farsakh (48 mil/80,54 km) ini menurut Syekh Ibnu Abdul Barr.
2. Mengetahui kalau mengqhoshor shalat itu diperbolehkan.
3. Bepergian tidak bertujuan maksiat.
4. Bepergian dengan tujuan jelas (tidak dalam keadaan bingung / tersesat).
5. Melakukan niat shalat qoshor saat takbiratul ihrom.
6. Selalu menjaga kemantapan untuk qoshor selama shalat.
7. Tidak bermakmum kepada orang yang shalat sempurna.
8. Masih dalam keadaan bepergian saat shalat, sampai selesai
9. Telah melewati batas desa atau dusunnya.

Devinisi Jama’
Menjama’ shalat adalah mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu. Jika dilakukan pada waktu awal dari dua shalat (semisal dhuhur dan ashar, dilakukan pada waktu shalat dhuhur), maka dinamakan jama’ taqdim. Jika dilakukan pada waktu yang kedua dari dua shalat (semisal shalat dhuhur dan ashar, dilakukan pada waktu ashar), maka dinamakan jama’ ta’khir.

Syarat Jama’ Taqdim
1. Tartib, artinya kalau menjama’ shalat dhuhur dengan shalat ashar, maka harus mendahulukan shalat dhuhur.
2. Melakaukan niat jama’ bersamaan dengan takbirotul ihramnya shalat pertama. Untuk shalat yang kedua tidak disyaratakan niat jama’.
3. Antara dua shalat harus muwalah (terus-menerus), tidak diselingi ibadah atau pekerjaan yang lain.

Syarat Jama’ Ta’khir
1. Niat jama’ ta’khir diwaktu shalat yang pertama
2. Mengerjakan shalat yang kedua masih dalam perjalanan.
Menurut qaul shahih, jama’ ta’khir tidak disyaratkan tartib, jadi boleh mendahulukan shalat yang bukan waktunya seperti mendahulukan shalat duhur pada waktu ashar dalam jama’ ta’khir.
Catatan.
 Syarat yang ada pada syarat shalat qosor berlaku juga untuk shalat jama’.

Niat Shalat Qosor
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا لِلهِ تَعَالَى (مَثَلاً)
Aku niat shalat fardlu dhuhur dua raka’at qoshor, karena Allah ta’ala
Niat Shalat Jama’ Taqdim
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلِيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى (مَثَلاً) 
Aku niat shalat fardlu duhur empat raka’at. Menjama’ Ashar terhadap dhuhur dengan jama’ taqdim, karena Allah ta’ala

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى (مَثَلاً) 
Aku niat shalat fardlu ashar empat raka’at. Dijama’ dengan dhuhur dengan jama’ taqdim, karena Allah ta’ala

Niat Shalat Jama’ Ta’khir
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الظُّهْرُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى (مَثَلاً) 
Aku niat shalat fardlu ashar empat raka’at. Menjama’ dhuhur terhadap ashar dengan jama’ ta’khir, karena Allah ta’ala

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى (مَثَلاً) 
Aku niat shalat fardlu duhur empat raka’at. Dijama’ dengan ashar dengan jama’ ta’khir, karena Allah ta’ala

Niat Shalat Jamak Qosor
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرًا لِلهِ تَعَالَى (مَثَلاً) 
Aku niat shalat fardlu dhuhur empat raka’at. Menjama’ ahsar terhadap dhuhur dengan jama’ taqdim dan qoshor, karena Allah ta’ala

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرًا لِلهِ تَعَالىَ
Aku niat shalat fardlu ashar empat raka’at. Dijama’ dengan dhuhur dengan jama’ taqdim, dan qoshor karena Allah ta’ala

أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ الظُّهْرُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرًا لِلهِ تَعَالَى (مثلا) 
Aku niat shalat fardlu ashar empat raka’at. Menjama’ dhuhur terhadap ashar dengan jama’ ta’khir dan qoshor karena Allah ta’ala

أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرًا لِلهِ تَعَالَى (مثلا)
Aku niat shalat fardu duhur empat raka’at. Dijama’ dengan ashar dengan jama’ ta’khir dan qoshor karena Allah ta’ala

SHOLAT SUNAH

MACAM2 SHOLAT SUNAT

Niat Shalat Tahiyyatul Masjid
أُصَلِّيْ سُنَّةَ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah tahiyyat masjid dua raka’at karena Allah ta’ala

Niat I’tikaf Masjid
Ketika anda baru duduk di masjid, hendaknya niat ber’itikaf (diam di masjid). Sebab ‘itikaf merupakan sunnah tersendiri. Ini niatnya.
نَوَيْتُ الْإِعْتِكَافَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى.
Aku niat ‘itikaf masjid (berdiam di masjid), sunnah karena Allah ta’ala


Niat Shalat Tahiyyatul Masjid
أُصَلِّيْ سُنَّةَ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah tahiyyat masjid dua raka’at karena Allah ta’ala

Niat I’tikaf Masjid
Ketika anda baru duduk di masjid, hendaknya niat ber’itikaf (diam di masjid). Sebab ‘itikaf merupakan sunnah tersendiri. Ini niatnya.
نَوَيْتُ الْإِعْتِكَافَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى.
Aku niat ‘itikaf masjid (berdiam di masjid), sunnah karena Allah ta’ala

5. Shalat ‘Iedul Fitri
Shalat ‘idul fitri hukumnya sunnah, jumlah shalatnya dua raka’at. Untuk waktunya yaitu mulai terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari. Tapi yang paling baik dilakukan ketika matahari sudah naik kira-kira satu tombak dalam pandangan mata.
Tata cara shalat ‘iedul fitri adalah membaca takbir 7x pada raka’at pertama, dan 5x kali pada raka’at kedua, disela-sela takbir disunnahkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلآإِلٰهَ إِلَّااللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ

Niat Shalat ‘Iedul Fitri
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah ‘ idul fitri (berma’mum/ menjadi imam) sunnah karena Allah ta’ala

6. Shalat ‘Iedul Adha
Shalat ‘iedul adha hukumnya sunnah, jumlah shalatnya dua raka’at. Untuk waktunya yaitu mulai terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari. Tapi yang paling baik dilakukan ketika matahari sudah naik kira-kira satu tombak dalam pandangan mata.
Tata cara shalat idul adha adalah membaca takbir 7x pada raka’at pertama, dan 5x kali pada raka’at kedua, sama dengan shalat ‘idul fitri. Disela-sela takbir disunahkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلآإِلٰهَ إِلَّااللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ
Niat Shalat Idul Adha
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat ‘idul adha (berma’mum/menjadi imam) sunnah karena Allah ta’ala

7. Shalat Tahajjud
Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah shalat ‘isya’ dan setelah tidur walau hanya sebentar. Jumlah shalatnya paling sedikit dua raka’at, sedangkan banyaknya tidak ada batasan.
Catatan.
 Bagi orang yang biasa shalat tahajjud, kemudian tidak bangun pada malam hari sehingga tidak melakukan shalat tahajjud, maka baginya disunnahkan untuk mengqodloi-nya di siang hari sebelum dhuhur.

Niat Shalat Tahajjud
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at, karena Allah ta’ala

Do’a Shalat Tahajjud
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اللهم لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيُّوْمُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَك الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَائُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وََمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللهم لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ اٰمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَبِكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِاللهِ.

Do’a Saat Sujud Tahajjud
اللهم اجْعَلْ فِي قَلْبِى نُوْرًا، وَفِي سَمْعِى نُوْرًا، وَفِي بَصَرِى نُوْرًا، وَعَنْ يَمِيْنِى نُوْرًا، وَتَحْتِى نُوْرًا، وَاجْعَلْنِى نُوْرًا.
8. Shalat Istikhoroh
Ketika kita mengahadapi sesuatu yang mubah, seperti menikah, bepergian dan lain-lain, tapi kita merasa bimbang antara baik dan buruknya, maka disunnahkan untuk shalat istikhoroh (meminta yang terbaik). Jumlah shalatnya dua raka’at, raka’at pertama membaca surat Al-Kafiruun, untuk raka’at kedua membaca surat Al-Ikhlash.

Niat Shalat Istikhoroh
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah istikhoroh dua raka’at, karena Allah ta’ala

Do’a Shalat Istikhoroh
اللهم إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ، اللهم إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ....(masalah yang dihadapi) خَيْرٌ لِيْ فِي دِيْنِى وَدُنْياَيَ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةُ أَمْرِيْ وَعَاجِلِ أَمْرِيْ وَآجِلِهِ فَاقْدِرْهُ لِيْ وَيَسِّرْ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ... (masalah yang dihadapi) شَرٌّ لِيْ فِي دِيْنِيْ وَدُنْياَيَ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَاجِلِهِ وَآجَلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدِرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ .

9. Shalat Hajat
Apabila kita punya hajat/keinginan yang baik, agar oleh Allah dikabulkan, maka disunnahkan melaksanakan shalat hajat dua raka’at. Untuk caranya sama seperti shalat istikhoroh hanya beda niat. Waktunya boleh dilakukan pada malam hari atau siang hari, tetapi yang paling utama pada sepertiga malam (setengah tiga). Sedangkan surat yang dibaca lebih baik untuk raka’at pertama ayat kursi atau surat Sabbihis, dan untuk raka’at kedua surat al-Ikhlash.

Niat Shalat Hajat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah hajat dua raka’at, karena Allah ta’ala

Do’a Shalat Hajat
لآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْحَكِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَآئِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَاتَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَاهَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَاحَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

10. Shalat Dluha
Shalat Dluha adalah shalat sunnah yang dilakukan pagi hari, waktunya mulai terbitnya matahari sampai tergelincirnya matahari (masuk waktu dhuhur). Adapun bilangan raka’atnya paling sedikit 2 raka’at, paling banyak 12 raka’at, tapi yang paling utama 8 raka’at.


Niat Shalat Dluha
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala

Do’a Shalat Dluha
اللهم إِنَّ هٰذَا الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَماَلَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللهم إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَآئِكَ وَبَهَآئِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِى مَآ اٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ.

11. Shalat Tasbih
Shalat Tasbih adalah salah satu shalat yang sangat dianjurkan oleh baginda Nabi, kalau bisa setiap hari, atau seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau setahun sekali, kalu tidak bisa juga satu kali seumur hidup.
Shalat Tasbih ini jumlahnya 4 raka’at. Apabila dilakukan pada siang hari, maka dijadikan satu kali salam dan apabila dilakukan pada malam hari, maka dijadikan dua kali salam.
Dalam shalat tasbih membaca tasbih sebanyak 300x, adapun caranya:
 15x setelah membaca Al Fatihah serta surat setelahnya.
 10x ketika ruku’, setelah membaca do’a ruku’.
 10x ketika ‘itidal, setelah membaca do’a i’tidal.
 10x ketika sujud awal, setelah membaca do’a sujud.
 10x ketika duduk diantara dua sujud, setelah membaca do’a duduk diantara dua sujud.
 10x ketika sujud yang kedua, setelah membaca do’a sujud.
 10x ketika duduk istirahat (duduk pemisah antara raka’at pertama dengan rakaat kedua)
Jadi dalam satu raka’at jumlah tasbih yang dibaca 75x, dan itu dibaca setiap raka’at sampai 4 raka’at, jadi jumlahnya 300x.


Niat Shalat Tasbih
 Niat shalat tasbih ketika dilakukan di siang hari.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah tasbih empat raka’at, karena Allah ta’ala

 Niat shalat tasbih ketika dilakukan di siang hari.
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Aku niat shalat sunnah tasbih dua raka’at, karena Allah ta’ala

Bacaan Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ